Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2016

Pembelajaran Matematika Abad 21

Sebagai guru matematika SMA, penulis merancang pembelajaran yang dapat mengakomodir tuntutan abad 21 yaitu dengan menggunakan teknologi yang dimiliki oleh siswa serta menjadi ajang komunikasi dan kolaborasi. Karena sesuatu yang canggih dan berbau online sedang digemari di SMA N 15 Palembang, penulis mencoba mengalihkan dan mencuri sedikit waktu siswa dari bermain game online ke belajar dan berdiskusi secara online, terutama dalam pembelajaran matematika.
Lengkapnya dapat dibaca di sini

Senin, 11 Mei 2015

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA.6 SMAN 15 PALEMBANG MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TOPI PINTAR

        Latar Belakang
Proses pembelajaran merupakan proses yang kompleks. Setiap kata, pikiran, tindakan dan asosiasi sejauh mana kita mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses berlangsung. Proses pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh seorang guru, karena guru adalah planner, desainer, fasilitator, motivator dan eksekutor. Artinya pengaruh seorang guru sangatlah besar, guru harus mampu memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlihat dan berpengaruh kuat terhadap proses belajarnya. (Bobbi DePotter: 2001).

Sabtu, 14 Maret 2015

Penggunaan Media Grafik SPLDV Geogebra Dalam Rangka Pelaksanaan Kurikulum 2013


ABSTRAK

Media grafik SPLDV yang dibuat menggunakan aplikasi geogebra adalah untuk  memenuhi tuntutan kurikulum 2013 yang mengamanatkan  selain  pembelajaran harus berpusat pada siswa juga harus mengimplementasikan  TIK. Sebagai alat bantu memperjelas dan mempermudah pembelajaran materi sistem persamaan linier dua variabel menggunakan grafik untuk memunculkan 5M pada pendekatan saintifik yang diamanatkan kurikulum 2013. Dan yang terpenting adalah sebagai sarana siswa untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda sehingga pembelajaran matematika menjadi menarik dan menyenangkan serta bermakna.Media pembelajaran ini berupa file ggb grafik SPLDV dipadukan dengan  LAS yang harus diisi oleh siswa secara individu dan kelompok dengan mengacu kepada file ggb.
Kata Kunci : Geogebra, Media, SPLDV

EKSPLORASI SPLDV DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN GEOGEBRA

Abstrak. Untuk mengakomodir pendekatan scientifics yang memuat 5M (mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasi dalam pembelajaran matematika, seorang guru  dituntut untuk menggunakan media pembelajaran. Media yang digunakan dalam makalah ini adalah file ggb dari grafik Sistim Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan geogebra. Media digunakan bersamaan dengan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang disusun berdasarkan metode penemuan terbimbing. Penerapannya dalam pembelajaran matematika dimulai dari penyampaian file ggb dan LAS kepada siswa secara individu sebelum pembelajaran tatap muka di kelas melalui forum schoology. Ini dimaksudkan agar siswa belajar mandiri terlebih dahulu, agar pembelajaran di kelas menjadi efektif dan efisien. Pembelajaran di kelas dimulai dengan membentuk kelompok  yang terdiri dari 5-6 orang untuk menyelesaikan masalah 1 pada LAS sebagai tahapan mengamati dan menanya. Selanjutnya siswa menyelesaikan masalah 2 (eksplorasi), masalah 3 (assosiasi), kemudian pada aktivitas 3, siswa melakukan tahapan mengomunikasi. Setelah itu siswa mengerjakan soal sebagai ajang pemantapan konsep secara individu. Dan terakhir melakukan refleksi, dengan menuliskan pada forum refleksi schoology. Pembelajaran  matematika menggunakan file ggb dan LAS SPLDV SMA dapat melatih sikap mandiri, sebagai sarana pendukung untuk memotivasi siswa serta dapat mengaktifkan siswa dalam proses 5M. Untuk itu disarankan bagi guru matematika untuk menggunakan media tersebut sebagai variasi pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK.

Kata Kunci. Eksplorasi, Geogebra, SPLDV.

 Baca selengkapnya di sini.

Artikel Jurnal Edumat


UPAYA MENGOPTIMALKAN MATERI MATRIKS KELAS XII IPA.3 SMAN PALEMBANG MENGGUNAKAN MEDIA “ONLINE SCHOOLOGY”


                                                                                                      Abstract

Classroom action research aims to increase student activity on the matrix material in class XII IPA.3 SMAN 15 Palembang schoology through online media. Implemented in half ghazal TP 2013/2014 with a sample of 43 students. Activity observed was the presence of students, ask questions, respond or answer questions or fill out a brief reflection, provide solutions or fill sheet with an explanation of structured reflection on schoology forum. This study is successful if the number of students who received active or very active category reached 70 % performed by using descriptive method that makes the description, or a description of the facts through action research cycle phases include planning, implementation, observation and reflection. The data obtained in the first cycle, students are very active in the new category to 1.2, category 50% active and less active 48.8 After the second cycle continued reflection. In this second cycle, an increase in the activity of students in a category is very active at 6.7, due to the increased quality of the discussion, because many students are already bold and willing to provide feedback or ask questions, and even was able to provide a solution. Learning outcomes in the second cycle, the number of students who are in the category of active and very active category reached an average of 72.1% has been passed through a set of success criteria at baseline is 70%. From the test results also showed that 86% of students have achieved mastery Minimum Criteria.
So it can be concluded that the use of online media students schoology can increase the activity of the matrix material in class XII IPA.3 SMAN 15 Palembang. It is recommended that teachers can use online media schoology in learning mathematics, students in order to familiarize themselves with a variety of media in order to be motivated and not boring. Schools are expected to develop online media schoology good in mathematics and other subjects.
Selengkapnya di sini

Sabtu, 24 Agustus 2013

Makalah Kepramukaan" Upaya Mewujudkan Kemandirian Gerakan Pramuka"


BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1.         Latar Belakang
            Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 serta sesuai dengan tema Hari Pramuka ke-51 yakni Tingkatkan Kemandirian Gerakan Pramuka untuk Keberhasilan Karakter Kaum Muda, maka kiranya seluruh komponen mulai memikirkan dan berupaya untuk membentuk unit usaha yang dimaksud.

Selasa, 16 Juli 2013

UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN GERAKAN PRAMUKA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.         Latar Belakang
            Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UU No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 serta sesuai dengan tema Hari Pramuka ke-51 yakni Tingkatkan Kemandirian Gerakan Pramuka untuk Keberhasilan Karakter Kaum Muda, maka kiranya seluruh komponen mulai memikirkan dan berupaya untuk membentuk unit usaha yang dimaksud.
            Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, semua bisa melihat bahwasanya revitalisasi Gerakan Pramuka dengan tiga sasaran pokoknya yaitu 1) Memperkuat dasar hukum Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal di tanah air; 2)pembaharuan sistem pendidikan kepramukaan; 3)kemandirian organisasi telah berhasil merubah cara pandang masyarakat terhadap Gerakan Pramuka.  Selaku penyelenggaraan pendidikan kepramukaan, Gerakan Pramuka memang mempunyaii peranan besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda. Peranan itulah yang saat ini telah menjadi dambaan utama masyarakat Indonesia.

Jumat, 08 Maret 2013

Bruce Reznick's


SEBUAH  DISKUSI  TENTANG  BRUCE  REZNICK’S

      Makalah ini merupakan hasil diskusi tentang  Bruce Reznick’s masih dalam rangka reformasi matematika. Mengambil trik penipuan dalam berdagang, orang mengembangkannya ketika harus membuat makalah/paper sewaktu tidak mempunyai ide. Ingram Olkin mencoba mengatasi hal ini dengan memberi kuliah ilmiah, lalu diskusi. Diskusi pertama tentang “penekanan ucapan terimakasih”, diskusi kedua menekankan “pilihan yang mendukung pembahasan pertama”. Awal diskusi biasanya berupa “saya senang menawarkan penekanan ucapan terima kasih”.  

Sabtu, 02 Maret 2013

pengembangan bahan ajar turunan fungsi

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


Makalah
Disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
Senin, 27 Juni 2011





Oleh:
NURHAYATI


Pemerintah Kota Palembang
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
SMA NEGERI  15  PALEMBANG
2011

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Abstrak
Pandangan bahwa siswa membangun pengetahuan sendiri berdasar pengalaman dikenal dengan istilah konstruktivisme. Intinya siswa secara aktif membangun pengetahuan dan maknanya dari pengalaman-pengalaman mereka sendiri baik secara individu maupun sosial. Konsruktivisme  merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru matematika dalam mengembangkan kemampuan siswa berpikir, bernalar, komunikasi, dan pemecahan masalah baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam makalah ini selain tujuan  dari pendekatan konstruktivis, juga dibahas mengenai kondisi objektif di lapangan, kendala-kendala yang mungkin timbul, serta kesukaran-kesukaran yang di hadapi guru dalam menggunakan pendekatan ini. Dan diberikan satu contoh RPP serta LKS  pada materi perkalian dua matriks yang menggunakan pendekatan konstruktivisme.
Kata Kunci: Pendekatan, Konstruktivisme, Pembelajaran.
BAHAN AJAR TURUNAN FUNGSI YANG DI DESAIN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAPAT MELATIH AKTIVITAS  SISWA DI KELAS
 Nurhayati

Abstrak
Mendesain bahan ajar adalah tugas pokok seorang guru. Dengan mendesain sendiri, guru dapat menyesuaikan bahan ajar dengan karakteristik siswanya.  Dalam makalah ini, penulis  memberikan suatu alternatif dalam mendesain bahan ajar turunan fungsi melalui pendekatan konstruktivisme. Konstruktivisme adalah memandang bahwa pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa.  Intinya siswa secara aktif membangun pengetahuan dan maknanya dari pengalaman-pengalaman mereka sendiri baik secara individu maupun sosial. Pendekatan konstruktivisme telah mulai banyak digunakan dalam pembelajaran. Namun kali ini bahan ajar yang akan digunakan  berbentuk LKS yang didesain melalui pendekatan konstruktivisme. LKS terdiri dari lima aktivitas. Aktivitas 1, pengaktifan pengetahuan prasyarat. Aktivitas 2, pengumpulan ide. Aktivitas 3, pemerolehan pengetahuan baru. Aktivitas 4, pemantapan ide. Aktivitas 5, rangkuman dan refleksi. Sedangkan aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran terdiri lima aktivitas juga, yaitu: menulis. Lisan/oral,  mendengarkan, mental dan emosi.  Dalam makalah ini diberikan deskripsi bagaimana pelaksanaan pembelajarannya.
            Kata Kunci: Bahan Ajar, Pendekatan Konstruktivisme, dan Aktivitas siswa.

Kamis, 17 Mei 2012

Model Pembelajaran Matematika

MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA
By :  Dina Renita

PENDAHULUAN
“Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan pelatihan. Artinya tujuan kegiatan belajar ialah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, bahkan meliputi segenap aspek pribadi” (Ahmadi, 2005: 17). Hasil dari kegiatan belajar mengajar tercermin dalam perubahan perilaku yang terlihat dari diri siswa.

Senin, 14 Mei 2012

Bahan Ajar Turunan Fungsi yang di Desain Melalui pendekatan Konstruktivisme Dapat Melatih Aktivitas Siswa di Kelas



              A.    PENDAHULUAN
        Seiring dengan terjadinya perubahan paradigma dalam pembelajaran, desain pembelajaran juga mengalami perubahan orientasi. Pembelajaran yang dulu berpusat kepada guru (teacher centred), sekarang telah berubah ke pembelajaran yang berpusat  kepada siswa (student centred).  Aktivitas pembelajaran, yang pada masa sebelumnya diwarnai pendekatan behaviorisme, kini mulai menggunakan pendekatan konstruktivisme.

Sabtu, 14 Januari 2012

Filsafat Ilmu

ONTOLOGI

Pengertian Ontologi

Ontologi merupakan salah satu di antara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Dalam persoalan ontologi orang menghadapi persoalan bagaimankah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini? Pertama kali orang dihadapkan pada adanya dua macam kenyataan. Yang pertama, kenyataan yang berupa materi (kebenaran) dan kedua, kenyataan yang berupa rohani (kejiwaan).

Filsafat Ilmu


Filsafat, Ilmu dan Filsafat Ilmu

10 Defenisi Filsafat
1.    Filsafat menurut kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti:
- Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala         yang ada, sebab, asal dan hukumnya.
-  Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan.
-  Ilmu yang berintikan logika,estetika,metafisika dan epistemologi.
-  Falsafah.  

Sabtu, 07 Januari 2012

Pendidikan Karakter

MEMBANGUN  KARAKTER  BANGSA  MELALUI  PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN  DI  SEKOLAH
Oleh: Nurhayati


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
          Banyak orang menyadari ada sesuatu yang hilang dari Bangsa Indonesia, termasuk orang nomor satu di Indonesia saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang berperilaku maupun bertindak tidak sesuai tata krama, norma dan susila. Karena itu  Presiden SBY merasa perlu adanya pembangunan karakter (caracter building).

Rabu, 04 Januari 2012

PBL dan CTL

Pendekatan Pembelajaran Berbasis masalah (Problem Based Learning) dan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Konteks (Contextual Teaching and Learning)

Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
    Pembelajaran berdasarkan masalah telah dikenal sejak zaman John Dewey, yang sekarang ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri

Model Pembelajaran


MODEL-MODEL DESAIN PEMBELAJARAN

A.  DIRECT INSTRUCTION (MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG)

       Direct instruction atau directive instruction, dalam bahasa Indonesia menjadi pembelajaran langsung, yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah (Arends dalam Trianto, 1997; 29).

Analisis SWOT


RENCANA STRATEGIS

I.    PENDAHULUAN
      A.   LATAR BELAKANG
             Sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2003 tentang program pembangunan nasional, menyebutkan salah satu tujuan pembinaan sekolah mulai dari prasekolah sampai sekolah menengah adalah terselenggaranya Manajemen Berbasis Sekolah. Undang-Undang no. 20 pasal 56 tentang otonomi sekolah. Dengtan demikian manajemen berbasis sekolah menjadi pola pembinaan sekolah secara nasional di masa depan, untuk itu sekolah perlu menyusun Rencana Strategis.

Makalah Bruce Reznic'k

SEBUAH  DISKUSI  TENTANG  MAKALAH   BRUCE  REZNICK’S

      Makalah ini merupakan hasil diskusi tentang  Bruce Reznick’s masih dalam rangka reformasi matematika. Mengambil trik penipuan dalam berdagang, orang mengembangkannya ketika harus membuat makalah/paper sewaktu tidak mempunyai ide. Ingram Olkin mencoba mengatasi hal ini dengan memberi kuliah ilmiah, lalu diskusi. Diskusi pertama tentang “penekanan ucapan terimakasih”, diskusi kedua menekankan “pilihan yang mendukung pembahasan pertama”. Awal diskusi biasanya berupa “saya senang menawarkan penekanan ucapan terima kasih”.